GARAM DAN SODA BUAT ANAK GEMUK

Penelitian yang dilansir oleh American Heart Association Journal mengumumkan bahwa anak-anak yang merasa haus setelah mengonsumsi makanan asin dan snack amat sering meminum soda berkalori untuk meredakan rasa hausnya. Jadi, garam adalah faktor tersembunyi dari epidemi obesitas. Menurut para peneliti dari Universitas London, garam tak hanya datang dari garam meja saja. Kontribusi garam meja terhadap asupan sodium sebenarnya kurang dari 10-15%. Makanan siap saji dan makanan olahan ternyata lebih banyak mengandung sodium. Mengurangi garam tak hanya mengurangi minuman bersoda sehingga mengurangi kalori, namun mengurangi garam dalam jumlah normal terbukti dapat menurunkan tekanan darah yang diketahui dapat memicu serangan jantung dan stroke. Studi ini menyimpulkan memotong setengah dari konsumsi garam anak Anda sekitar ½ sendok teh sehari akan menurunkan konsumsi gula buatan minuman bersoda sekitar 1,8 kg per minggu. Dihimbau agar produsen makanan kemasan mengurangi penggunaan garam pada produk mereka.Yang lebih penting lagi, orang tua sebaiknya memberikan buah dan sayur tanpa menambahkan garam kepada anak mereka.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: