5.5 Keyakinan Diri yang Salah dalam Latihan untuk Membakar Lemak

Fitness center sudah menjadi trend baru belakangan ini baik bagi anak-anak muda maupun orang dewasa baik cowok maupun cewek dalam usahanya untuk mendapatkan badan yang lebih baik, lebih ideal. Ada yang ingin menambah berat badan, ada yang ingin membentuk tubuh yang lebih berotot, dan banyak juga yang ingin mengurangi berat badan. Tetapi karena terlalu banyaknya informasi atau bahkan terlalu banyaknya informasi yang beredar menjadikan munculnya mitos disana sini seputar latihan untuk membakar lemak.

 

Mitos-mitos tersebut antara lain:

1. Datang ke gym, langsung cardio, dan setelah 30-45 menit baru melalukan angkat beban.   

Yang terpenting adalah cardio untuk membakar lemak, maka lakukan yang terpenting dahulu, begitu datang, langsung cardio selama masih kuat, kurang lebih 30 sampai 45 menit, setelah itu istirahat sebentar, dan kemudian angkat beban supaya dapat bonus badan yang lebih terbentuk. Kira-kira seperti itu lah pemikiran 99% orang yang ingin mengurangi berat badannya. Cardio di awal latihan tidaklah membakar lemak seperti yang kita perkirakan. Kita suka memikirkan apa yang kita mau, padahal sebenarnya bukanlah hal itu yang terjadi. Cardio di awal latihan membakar gula darah kita sampai habis apabila dilakukan selama 30-45 menit. Sedangkan latihan beban setelah cardio berikutnya malah membutuhkan hanya gula darah. Hal itu akan membuat kita terasa lemas, dan kurang tenaga. Latihan beban membutuhkan gula sedangkan gula sudah kita habiskan melalui cardio. Apa yang akan terjadi ? Tubuh akan mengambil protein untuk dijadikan gula baru untuk pasokan energy. Dan masalahnya, protein diambil dari otot. Anda ingin membentuk otot sambil mengambil protein dari otot ? Itu sama dengan mengkanibal tubuh Anda sendiri. Lakukan cardio setelah selesai latihan beban untuk pembakaran yang optimal. Anda akan merasa lapar setelah 10-15 menit pertama cardio, teruskanlah karena itu tandanya Anda mulai membakar lemak Anda.

 

2. Lari di treadmill membakar lemak

Kalau cardio bertujuan membakar lemak, maka semakin keras kita berusaha maka semakin banyak lemak kita yang dibakar. Padahal lari sama sekali tidak membakar lemak. Semakin cepat kita lari, tubuh kita membutuhkan energy yang cepat juga, yaitu gula darah. Mengubah lemak tubuh menjadi energy membutuhkan proses yang lama, sedangkan lari membutuhkan energy yang cepat, sehingga tubuh mengabaikan lemak dan malah membakar gula darah. Kalau gula darah habis dan kita masih tetap lari, maka tubuh akan mengambil protein dari otot lagi untuk energy. Untuk membakar lemak di treadmill Anda cukup berjalan cepat saja, dengan target detak jantung sekitar 65%. Lakukan selama 45 menit setiap hari, maka berat Anda akan turun secara perlahan.

 

3. Semakin kita berkeringat semakin banyak lemak yang dibakar

Mitos yang satu ini melekat begitu kuat di benak masing-masing orang yang ingin membakar lemak. Mereka berpikira bahwa olahraga membakar lemak dan olahraga yang begitu keras biasanya membuat mereka berkeringat begitu deras. Hal tersebut mengakibatkan banyak orang ‘mencari keringat’ untuk membakar lemak. Apabila itu yang terjadi alangkah enaknya membakar lemak, kita cukup tidur di parkiran motor di gedung kantor kita, pada siang hari sepanas mungkin. Saya yakin sekali dalam 10 menit keringat kita akan sangat banyak. Keringat diproduksi oleh kelenjar-kelenjar dibawah kulit kita, dan keringat tugasnya adalah untuk menjaga suhu tubuh kita. Keringat bukan patokan pembakaran lemak, karena apabila kita berolahraga di tempat yang sangat dingin, tentunya kita tidak akan berkeringat, dan apakah itu berarti kita tidak membakar lemak sama sekali? Berolahraga sampai berkeringat memang enak tetapi jangan jadikan patokan bahwa lemak terbakar apabila kita berkeringat.

 

4. Latihan beban hanya melatih otot dan tidak penting untuk menurunkan berat badan

Orang juga suka mengabaikan latihan otot dan menganaktirikan latihan beban ketika ingin mengurangi berat badannya. Hal ini terjadi terutama di kalangan wanita. Pembakaran lemak, terjadi sebenarnya di dalam sel otot kita. Semakin otot kita terlatih, semakin cepat kita menurunkan berat badan.  Apabila Anda ingin menurunkan berat badan, baik cowok maupun cewek, sebaiknya Anda mulai melatih diri Anda menggunakan beban. Latihan beban juga membutuhkan energy di dalam sel otot yang disebut ATP. ATP akan habis ketika kita berlatih dan efeknya adalah kita merasa capek. Setelah selesai latihan beban, kita kita sudah beristirahat, ATP ini akan diproduksi lagi oleh tubuh, dan ternyata, pembuatan ATP untuk energy ini juga menggunakan lemak sebagai bahan bakar proses produksi nya. Dengan kondisi seperti ini, latihan beban ternyata bisa membakar lemak lebih banyak lagi bukan sewaktu latihan tetapi bahkan setelah kita selesai latihan.

 

5. Sit up dapat menguruskan perut (sayang saya kurang kuat sit up sehingga perut saya masih gendut)

Saya sering sekali mendengar orang mengatakan, saya sudah sit up 100x setiap hari, tetapi kenapa perut saya belum kecil-kecil. Sit up adalah latihan yang gunanya adalah melatih otot perut, tidak ada hubungannya sama sekali dengan lemak di daerah perut. Otot dan lemak adalah dua hal yang berbeda dan sit up tidak membakar lemak di daerah tersebut. Bayangkan ada orang gemuk yang kemudian berhasil kurus, dan pipinya yang semula gemuk ikut menjadi kurus. Apakah orang tersebut melatih pipinya ?

 

5.5 Mendaftar dan datang ke gym berarti saya sudah membakar lemak (tidak tahu kenapa koq saya masih gendut)

Ketika memperhatikan beberapa teman yang ingin menguruskan tubuhnya, membuang beberapa kg lemak di tubuhnya, yang mereka lakukan pertama kali adalah datang ke gym, daftar dan bergabung disana. Mereka tanpa tujuan melatih tubuhnya di gym tersebut, bersepeda, atau treadmill, kemudian berjalan kesana kemari berlatih menggunakan mesin-mesin latihan disana sini. Tetapi setelah 3-4 minggu, tubuh mereka tidak pernah ada perubahan. Mereka mengatakan bahwa mereka sudah latihan, pembakaran lemak cukup tinggi karena sudah ‘berolahraga’ dan bergabung di gym terkenal. Menurut penilaian saya, memang benar mereka berolahraga (dibandingkan dengan tiduran sih masih tergolong berolahraga:P) tetapi yang mereka lakukan intensitasnya sangat kurang. Mereka tidak berusaha maksimal mengangkat beban. Mereka beralasan bahwa sudah berumur dan tidak sekuat yang masih muda. Atau apapun alasannya, selalu ada saja alasan yang menghalangi mereka untuk berusaha mengangkat lebih berat, atau berlatih lebih intens. Anda harus menetapkan tujuan latihan Anda. 3-4 minggu di gym tanpa perubahan di tubuh Anda berarti yang Anda lakukan adalah salah. Cari intrusktur, ikut personal trainer, lakukan apapun untuk memperbaiki hal itu

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: