Keuntungan Pria Botak

VIVAnews – Banyak pria kehilangan rasa percaya diri saat mengalami penipisan rambut di area tertentu. Mereka agaknya tak sadar jika tanda-tanda kebotakan itu justru berarti positif bagi kesehatannya.

Studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Epidemiologi Kanker mengungkap, pria yang mulai menunjukkan tanda-tanda kebotakan sebelum usia 30 tahun memiliki risiko 45 persen lebih rendah menderita kanker prostat, dibandingkan pria yang tak mengalami kerontokan rambut.

Kesimpulan itu dibuat berdasar penelitian yang dilakukan terhadap 2.000 pria berusia 40-47 tahun. Setengah di antaranya menderita kanker prostat. Para peneliti kemudian menguji hubungan kadar testosteron dengan masalah kerontokan rambut di usia muda.

Hasil penelitian itu cukup mengundang kontroversi. Sebab, membalikkan fakta yang terungkap dalam sejumlah penelitian sebelumnya bahwa pria botak justru berisiko tinggi menderita kanker prostat.

Mayoritas kebotakan pada pria berkaitan dengan dihidrotestosteron (DHT), yang dihasilkan oleh hormon testosteron. DHT berperan penting dalam pertumbuhan rambut dan proses kematangan seksual laki-laki. Semakin tinggi kadar DHT dalam darah akan mempercepat proses pengecilan folikel yang membuat rambut mudah rontok dan terjadilah kebotakan permanen.

Para peneliti lalu menghubungkan hal itu dengan pertumbuhan kanker prostat yang berkaitan dengan hormon testosteron. Penelitian terbaru mengungkap, kadar testosteron yang tinggi pada pria muda sangat membantu untuk memerangi penyakit paling ditakuti pria itu.

“Jika hasil penelitian ini benar, akan menjadi informasi yang sangat berguna bagi kami untuk semakin memahami bagaimana kerja testosteron dalam tubuh dan bagaimana hormon ini mempengaruhi sistem jaringan di tubuh,” kata Kepala Penelitian di Yayasan Kanker Prostat di Amerika Serikat, Dr Helen Rippon.

Dalam penelitian itu juga tertulis bahwa pria yang mengalami kebotakan di usia muda hanya sekitar 23-30 persen. Mayoritas pria menderita kebotakan di usia 50 tahun.

sumber : yahoo.com

Junk Food Picu Gangguan Mental Anak

VIVAnews – Para orang tua sebaiknya memperhatikan asupan makanan bagi buah hati. Makanan sampah (junk food) yang miskin nilai gizi menyebabkan anak cenderung berperilaku nakal, hiperaktif, dan sulit berkonsentrasi.

Penelitian yang dilakukan Central Queensland University Australia menemukan, anak-anak yang sering makan makanan berlemak dan mengandung gula tinggi seperti junk food cenderung mengalami gangguan kesehatan fisik dan psikologis.

Penelitian juga mengungkap, anak-anak dengan pola makan tidak sehat cenderung memiliki performa yang tidak bagus di sekolah. Mayoritas memiliki hasil tes buruk.

Peneliti Dr Karena Burke mengatakan, gangguan spesifik akibat junk food adalah depresi dan hiperaktif pada anak. “Ada bukti penting bahwa diet anak mempengaruhi kesehatan mental mereka,” ujarnya.

Selain berpengaruh pada kesehatan mental, asupan makanan yang tidak sehat juga memicu obesitas. Sebab, makanan sekarang banyak yang mengalami proses pengolahan dengan tambahan bahan makanan kalori tinggi seperti garam, gula dan lemak. “Pada tingkat tertentu, akan membahayakan kehidupan anak,” katanya.

Burke menyarankan para orangtua untuk memperbanyak asupan makanan non-olahan seperti buah dan sayur segar untuk hidangan anak-anak. Tentunya, dengan diimbangi aktivitas fisik yang menyehatkan seperti olahraga.

“Kita bisa makan makanan sehat, tapi orang yang tidak berolahraga memiliki faktor risiko karena kurang gerak,” ucapnya. “Poin penting adalah orangtua menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Jika orangtua tidak bisa hidup sehat jangan mengharapkan hal sebaliknya terjadi pada anak.”

sumber : yahoo.com

Mohon bantuannya

Matematika Emang Aneh Ada tebakan yang bikin ahli matematika bingung.

nih… begini ceritanya:

* ada 1 ekor kambing harganya Rp 75.000

* ada 3 pemuda yang mau beli kambing tersebut… berarti masing2 orang mengumpulkan @ Rp 25.000… Akhirnya terkumpul Rp 75.000 sesuai harga jual… betul?

Nah… uang itu lalu dikasih sama calo sejumlah uang tersebut = Rp75.000… Masih betul khan??? Calo itu ternyata ngasih ke pedagangnya Rp 70.000 (dipotong 5.000) Pasti dong?

Lalu dari 5.000 itu dibagi ke 3 pemuda tadi @ Rp 1.000 dan sisanya Rp 2.000 buat si calo… pasti masih betul khan? Disini permasalahannya… Berarti masing2 pemuda ngantongin Rp 1.000 (yach nggak)

atau dengan kata lain seharusnya uang yang dikumpulkan oleh masing2 pemuda tadi Rp 25.000 – Rp 1.000 = Rp 24.000 Berarti masing2 pemuda harus membayar @ Rp 24.000 jadi perhitungan matematika = 3 X Rp 24.000 = Rp 72.000 bener dong???

Kalau ditotal jumlah uang yang dikumpulkan Rp.72.000 * Rp 2.000 (punyanya si calo) + Rp. 72.000= Rp 74.000 Pertanyaannya? KEMANA SISA UANG YANG Rp. 1.000… HAYO…?

Sumber : email yang masuk

Ponari

Juragan-juragan semuah,… fenomena khasiat air dukun cilik Ponari telah membius berjuta orang. Bahkan mereka rela ngantri berdesak-desakan, berhari-hari, dari daerah asal yg juauhhh disana, bahkan ada yang mati keinjak-injak segala… sampai akhirnya praktek dukun cilik Ponari harus dihentikan polisi.

Beberapa hari lalu, air comberan rumah Ponari puh jadi rebutan. Kemudian, banyak para forumers yang ngusulkan supaya batunya ponari dicelupkan ke telaga atau laut, supaya bisa dimanfaatkan oleh semua orang.

Nah,.. kini harapan itu bukan cuma harapan lagi. Karena kini air berkhasiyat Ponari telah diproduksi masal, dan telah masuk ke rak-rak utama supermarket di seluruh pelosok tanah air,..
Bahkan,.. ternyata bule pun seneng minum Ponari! Hebat ya ???

ponarisweat2zm8

Bahkan,.. di Jepang juga sudah mulai dipasarkan..

ponarisweat3kd7

Menyiasati Bau Mulut

Ini problem yang hampir menyangkut siapa saja. Halitosis atau bau mulut acap kali menjadi pertanda adanya penyakit kronis tertentu. Bisa sakit gula, sinusitis, pengerasan hati, atau gangguan fungsi ginjal. Namun, yang paling sering justru menyangkut gigi dan gusi.

Dinda gadis cantik rupawan tanpa cela. Namun, setengah mati ia berusaha, jangankan pacar, teman pun menjaga jarak. Ketika ia mengeluh pada sobat kentalnya, baru ia mendapat jawaban, “Sori, kurasa bau mulutmu itu problemnya.”

Jarang sekali orang menyadari bahwa mulutnya mengeluarkan abab (hawa) tak sedap karena memang sulit mengecek bau mulut sendiri. Orang lain pun enggan mengatakannya, kecuali kita bertanya. Atau orang lain itu akrab dengan kita.

Penyebab bau mulut bisa amat sederhana dan langsung. Petai, jengkol, duren, bawang putih, siapa yang tahan? Tetapi karena tidak bersifat permanen, dan penyebabnya jelas, si “penderita” pun tidak serius memikirkannya. Kebiasaan anak kecil memasukkan benda-benda asing, seperti kertas tisu, ke dalam hidungnya, juga dapat mengakibatkan terkumpulnya bakteri pada sumbatan tisu itu, sehingga setelah beberapa lama dapat menimbulkan bau. Bau itu tidak selalu hanya pada hidung, bahkan seolah-olah dari sekujur tubuhnya.

Manis menusuk
Namun sering kali, menurut dr. H. Chudahman Manan, D.S.P.D, K.G.E.H, spesialis pencernaan pada RSCM, Jakarta, bau mulut merupakan gejala dari kelainan organik akibat penyakit kronis. Bila dokter yang telah berpengalaman mencium bau manis menusuk ketika memasuki kamar dengan sederet penderita, ia akan segera menduga adanya penderita sirosis (pengerasan hati) yang sudah mencapai tahap menjelang koma. Gangguan lever yang kronis sering menyebabkan halitosis (bau mulut) akibat metabolisme protein dan lemak tidak berjalan semestinya lantaran terganggunya fungsi hati. Maka dari komponen-komponen itu terbentuk metabolik yang dapat dikeluarkan lewat saluran pernapasan dengan bau spesifik.

Gangguan fungsi ginjal juga menyebabkan halitosis. Pada penderita terdapat kadar ureum yang tinggi, yang kemudian beredar dalam darah. Melalui proses kimiawi, dihasilkan amoniak yang berbau menyengat itu. Komponen ini kemudian masuk ke dalam sistem pernapasan. Maka bau mulut penderita sedikit ke arah aroma amoniak.

Pada penderita diabetes pun, bila gula darahnya tak terkontrol dan mungkin juga tinggi, bisa timbul halitosis. Baunya pun khas.

Bau mulut bisa juga disebabkan oleh penyakit yang tidak kronis. Misalnya saja gangguan paru-paru. Pasien bronkhitis kronis, dengan penyakit paru-paru obstruksi di mana biasanya telah terjadi infeksi-infeksi sekunder, biasanya juga menderita halitosis.

Gangguan THT, misalnya pasien yang mengalami sinusitis berat atau tonsilitis, juga demikian. Bahkan penyakit maag pun dapat menimbulkan bau mulut, bila penyakit itu karena kuman Helicobacter pylory. Ini akibat peranan kuman itu dalam metabolisme amoniak. Hidup dalam lingkungan basa, ia sendiri mengandung enzim uriase yang dapat mengubah amoniak.

Yang menarik, menurut dr. Manan, pada 30% pasien yang datang ke kamar konsultasinya karena keluhan halitosis, masalahnya bersumber pada kejiwaan. Pasien yang mengalami depresi dan memasuki tahap neurosis, akan mengalami bermacam gejala. Salah satunya, hilangnya kepercayaan diri. Ia merasa orang menghindarinya saat dia berbicara (padahal tidak) lalu mereka-reka penyebabnya pasti karena bau mulutnya.

Yang pasti, halitosis juga sering dialami jika orang sulit buang air besar karena produk metabolisme oleh kuman-kuman usus terhadap sisa-sisa makanan tertumpuk, kemudian timbul gas-gas yang memberikan bau tak sedap itu.

Namun, diakui oleh dr. Manan, penyebab halitosis yang paling umum justru gigi. Maklum saja, gigi termasuk organ tubuh yang kurang diperhatikan dengan baik. Kecenderungan malas berobat ke dokter gigi dapat ditemui di semua lapisan masyarakat, termasuk yang berpendidikan baik. Rupanya, perasaan gamang pada pencabutan gigi, misalnya, masih menghinggapi banyak orang. Maka kalau ada keluhan sakit gigi, diambil jalan tergampang: minum saja obat analgetik alias pengurang rasa sakit. Padahal gigi berlubang yang tak terawat dengan baik akan membentuk abses (pengumpulan nanah). Bakteri yang hidup di dalamnya pasti akan memetabolisasikan jaringan-jaringan mati di situ, yang akhirnya akan menimbulkan bau.

Rajin rawat gigi
Jadi apa yang harus dilakukan seandainya kita sudah mendapat konfirmasi dari orang lain, bahwa memang mulut kita berbau? Sebelum ke ahli yang lain, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter gigi, demikian anjuran Prof. Mel Rosenberg, Ph.D. dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Tel Aviv, dalam Bad Breath, yang dimuat dalam homepage British Dental Association di Internet. Bila tidak menemukan masalah pada gigi dan mulut, saatnya kita berkonsultasi ke dokter spesialis THT. Bila belum juga ditemukan masalahnya, barulah ke dokter ahli penyakit dalam karena dikhawatirkan bau mulut itu merupakan bagian dari kelainan organ dalam tubuh.

Ketika akan berkonsultasi ke dokter gigi, jangan gunakan obat kumur, obat pengharum mulut, merokok, mengunyah permen, makan, dan minum. Usahakan bau yang nanti dihadapi oleh dokter gigi, memang bau yang tipikal kita idap, sehingga pelacakan sumber baunya dapat dilakukan dengan benar. Pada orang dengan gigi dan gusi yang sehat, bau itu biasanya berasal dari bagian terbelakang lidah. Dokter gigi dapat melakukan pengecekan dengan mengusapkan sendok plastik ke daerah ini. Kalau benar di situ sumbernya, akan dianjurkan untuk membersihkannya dengan sikat gigi atau alat khusus pengerok lidah.

Dokter gigi mungkin akan membandingkan bau udara dari mulut dan hidung penderita untuk menentukan sumber bau, dengan cara menutup salah satu dan membaui yang lain. Namun, tidak semua dokter memandang ini cara yang efektif. Dr. Manan, misalnya, meragukannya, karena rongga mulut dan hidung berhubungan, baunya pun akan tercampur.

Kadangkala bau mulut disebabkan oleh gusi yang tidak sehat, terutama bila mengusap bagian antara gigi dan gusi menimbulkan bau tak sedap. Meski dokter gigi akan memberikan cara perawatan khusus sesuai kondisi yang diderita pasien, kita sendiri sebagai pasien memegang peranan besar dengan melakukan perawatan yang baik setiap hari. Karena itu Prof. Rosenberg menganjurkan:

  • Periksakan gigi ke dokter gigi secara teratur.
  • Bersihkan sela-sela gigi dengan dental floss, pilih yang netral tanpa pengharum. Cek baunya. Bersihkan lagi kalau berbau.
  • Gosok gigi dan bersihkan gusi secara teratur.
  • Banyak minum.
  • Kunyah permen karet bebas gula selama 1 – 2 menit, terutama bila mulut terasa kering. Bisa juga kunyah daun peterselli, bunga cengkih, atau biji adas.
  • Berkumur dan gosok gigi setelah makan atau minum produk susu, ikan, dan daging.
  • Tanyakan kepada dokter gigi, obat kumur mana yang secara klinis telah terbukti efektivitasnya dalam melawan bau mulut. Paling baik menggunakannya di saat menjelang tidur malam.
  • Makan lalap sayuran segar yang berserat.
  • Tidak merokok karena mempertinggi risiko timbulnya bau mulut.
  • Jika Anda memakai gigi palsu, saat malam hari rendam gigi palsu dalam cairan antiseptik, kecuali bila dokter gigi Anda melarangnya.

Dari segi pencernaan pun anjuran dr. Manan tidak jauh berbeda. Serat tinggi pada sayuran dan buah memperlancar buang air serta memperbaiki lapisan dalam saluran pencernaan. Selain itu, olahraga secara teratur akan membuat gerak usus terpelihara konstan. Dengan bagusnya gerakan usus, proses dari makan sampai buang air besar akan berjalan normal. Maka, pada orang yang berolahraga secara teratur, jarang timbul problem konstipasi alias sembelit. (Lily Wibisono)

sumber : sportindo

Makanan Sumber Serat Tertinggi

Ingin bebas lapar saat berpuasa? Konsumsilah makanan yang banyak mengandung serat atau fiber. Makanan kaya serat akan lebih lamban dicerna sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama dan tidak mudah lapar. Itulah yang menjadi alasan kenapa makanan berserat tinggi sangat cocok sebagai menu diet untuk menjaga bentuk tubuh ideal. Selain itu, makanan kaya serat dapat memperlancar pencernaan sehingga Anda bebas dari sembelit (susah buang air besar). Apalagi serat makanan dapat menurunkan kadar kolesterol buruk (LDL) dalam darah sehingga mampu menjaga kesehatan kardiovaskular. Konsumsi serat makanan (fiber) yang dianjurkan untuk orang dewasa berusia 19-50 tahun adalah 25-38 gram per hari.

Berikut adalah daftar makanan yang paling banyak mengandung serat (fiber) dalam jenisnya masing-masing :

Makanan (matang/masak) Ukuran Saji Jumlah Serat (gr)
Polong-polongan (Legumes)
Navy beans (sejenis kacang kedelai putih) 1 mangkuk 19,1
Kacang merah (kalengan) 1 mangkuk 16,4
Split peas (sejenis polong yang terbelah dua secara alami) 1 mangkuk 16,3
Lentil 1 mangkuk 15,6
Buncis 1 mangkuk 13,4
Sereal (Cereals & grains)
Sereal Wheat Bran (100%) 1 mangkuk 17,6
Kinoa 1 mangkuk 9,3
Bulgur 1 mangkuk 8,2
Pearled barley (beras Belanda/ jelai) 1 mangkuk 6,0
Oat bran (kulit haver) 1 mangkuk 5,7
Oatmeal instan 1 mangkuk 3,7
Beras merah 1 mangkuk 3,5
Sayur-sayuran
Jantung Artichoke 1 mangkuk 9,1
Bayam 1 mangkuk 7,0
Brussels sprout 1 mangkuk 6,4
Labu 1 mangkuk 5,7
Jamur 1 mangkuk 3,4
Buah-buahan
Prem 1 mangkuk (tanpa biji) 12,1
Pear 1 buah 9,9
Jambu biji 1 mangkuk 8,9
Raspberry 1 mangkuk 8,0
Blackberry 1 mangkuk 7,6
Kacang dan biji-bijian
Almond 1 ons (23 biji) 3,3
Pistachio 1 ons (47 biji) 2,9
Pecan 1 ons (20 keping) 2,7
Kacang tanah 1 ons (33 biji) 2,4

sumber : sportindo

Tips Polo Asikkkk!

Pasti hampir sebagian besar dari kamu punya yang namanya kaos Polo,
bahkan mungkin dari kecil kamu sudah memiliki 1 atau 2 kaos polo. Tapi
anehnya sampai sekarang ini masih sering kita lihat bahwa banyak yang
salah memakai polo. Mulai dari salah memilih hingga salah memakainya.

Kaos polo yang oke itu harus mencakup
beberapa bagian penting. Jadi kamu harus perhatikan baik-baik sebelum
kamu memutuskan untuk membeli sehelai kaos polo dari toko baju
langganan kamu.

1. Lengan: Pastikan
lengan kaos kamu tidak kegombrongan atau kepanjangan. Lengan kaos kamu
harus sedikit ketat dan pendek agar otot tangan kamu terlihat.

2. Pinggang: Panjang
Kaos yang kamu pilih harus menyentuh pusar, atau di bawah pusar kamu.
Jadi hindari kaos yang jatuhnya diatas pusar, kecuali kamu memang ingin
memamerkan otot perut kamu yang sekeras baja.

3. Kerah: Coba
deh pilih kaos Polo dengan 2 atau 3 kancing pada bagian depannya.
Semakin tinggi garis leher yangbiasanya diukur dari jumlah kancing,
maka letak polo kamu akan semakin paten dan tidak menjuntai ke kiri dan
kanan.

4. Bahu: jahitan baju yangmenghubungkan
bagian tubuh dan bahu kaos kamu sudah sewajibnya terletak sedikit di
luar garis bahu kamu. Jika garis sambungan itu letaknya terlalu dalam
itu berarti kaos kamu kekecilan dan kalau letaknya terlalu luar itu
berarti kaos yangkamu pilih kebesaran untuk kamu.

Nah sekarang
kan kamu udah ngerti dong gimana cara yang tepat untuk memilih kaos
Polo yang benar-benar sesuai dengan bentuk tubuh kamu. Jadi ga usah
tunggu terlalu lama….Yukkkkk Polo-an rame-rame, pasti seru tentunya!!

sumber : itsmylife

Cegah Stroke Dengan Kurma!

Kurang lengkap rasanya jika pada bulan puasa tidak menyantap kurma saat berbuka puasa. Kalau biasanya buah-buahan mengandung energi dan kalori yang rendah, maka tidak halnya dengan kurma. Dengan kandungan karbohidrat yang tinggi, kurma menjadi sumber energi yang tinggi pula. Bahkan tertinggi diantara semua buah-buahan lainnya. Karena itulah kurma sangat cocok untuk mengembalikan tenaga setelah seharian berpuasa. Bagi orang yang cukup banyak makan kurma pada waktu sahur akan menjadi segar dan tahan lapar, karena bahan pangan ini juga kaya akan serat.

Kurma bisa disantap langsung dalam keadaan kering atau segar. Kurma juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai hidangan seperti aneka produk roti, permen, es krim, dan sirup. Di negara-negara Timur Tengah, kurma biasanya dikonsumsi bersama hasil olahan susu. Berikut ini adalah kandungan buah kurma yang bermanfaat untuk kesehatan:

  1. Mengandung kalium yang tinggi (100 gr kurma kering: 666 mg kalium) sehingga berkhasiat menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke. Kalium merupakan mineral yang penting untuk melancarkan pembuluh darah, membuat denyut jantung menjadi teratur, mengaktifkan kontraksi otot, serta menstabilkan tekanan darah.
  2. Mengandung salisilat yang tinggi (kurma kering), yaitu zat yang digunakan sebagai bahan baku aspirin (obat pengurang/ penghilang rasa sakit dan demam). Salisilat bersifat mencegah pembekuan darah, anti inflamasi, dan penghilang rasa nyeri. Aspirin reguler dosis rendah (kurang atau separuh dosis yang biasa diminum per hari) sanggup membantu mencegah sakit kepala, hingga serangan jantung dan stroke.Menurut Nurfi Afriansyah, Staf Peneliti KIE Gizi Puslitbang Gizi Bogor, salisilat juga bisa mempengaruhi prostaglandin, yaitu kelompok asam lemak hidroksida yang merangsang kontraksi otot polos dan menurunkan tekanan darah.
  1. Mengandung karbohidrat atau gula yang tinggi. Kandungan karbohidratnya berkisar 60% pada kurma lembek (yang dipanen sewaktu masih lembek dan mentah) hingga sekitar 70% pada kurma kering (yang mengering di pohon terjemur matahari). 100 gr kurma mampu menyuplai 230 kcal (960 kJ) energi.Menurut dr. Anwar El Multi dari Mesir, kurma mengandung zat gula 70% dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Kebanyakan varietas kurma mengandung gula glukosa (jenis gula dalam darah) atau fruktosa (jenis gula dalam sebagian besar buah-buahan), zat ini mudah dicerna dan dibakar oleh tubuh sehingga menghasilkan tenaga yang tinggi tanpa mempersulit tubuh untuk mengolah, mencerna dan menjadikannya sebagai gizi yang baik.Segelas air yang mengandung glukosa, menurut Dr. David Conning, Director of British Nutrition Foundation, akan diserap dalam waktu 20 – 30 menit. Sedangkan gula yang terkandung dalam kurma baru habis terserap dalam tempo 45 – 60 menit.
  1. Mengandung berbagai vitamin dan zat gizi penting. Dalam setiap 100 gr kurma kering terkandung 50 IU Vitamin A; 0,4 mg Vitamin C; 0,09 mg Tiamin; 0,10 mg Riboflavin, 2,20 mg Niasin, asam nikotinat dan zat besi. Zat-zat gizi itu berfungsi membantu melepaskan energi, menjaga kulit dan saraf agar tetap sehat, serta penting untuk fungsi organ jantung.
  2. Mengandung banyak mineral penting, seperti magnesium, potasium dan kalsium. Kurma juga mengandung semacam hormon potuchsin yang bisa menciutkan pembuluh darah dalam rahim, sehingga bisa mencegah terjadinya pendarahan rahim.
  3. Kandungan lemak yang rendah, hanya 0,4 gr lemak per 100 gr kurma.Dengan hanya makan satu porsi ekstra makanan kaya kalium minimal 400 mg/ hari maka resiko fatal terserang stroke bisa diturunkan sampai 40%. Batas minimal 400 mg/ hari tersebut mudah sekali dipenuhi dengan hanya makan kurma kering minimal sekitar 65 gr saja, atau setara dengan lima butir kurma.

sumber : sportindo

Tetap Fit Selama Puasa

Tak terasa bulan puasa kembali datang. Bagaimana dengan para fitness mania yang harus mensuplai tubuhnya dengan asupan makanan yang lumayan banyak? Bagaimana mengontrol jenis makanan selama berpuasa agar tidak bertambah gemuk? Bagaimana pula jadwal latihan yang harus dijalani saat berpuasa?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas dan mengakali perubahan aktivitas dan pola makan para fitness mania pada bulan puasa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

  1. Ubah pola pikir Anda. Jadikan bulan puasa justru sebagai waktu yang tepat untuk menghilangkan lemak yang menumpuk di tubuh Anda karena kita berlatih menahan nafsu makan yang berlebihan.
  2. Lakukan latihan aerobik ringan, seperti berjalan di treadmill atau bersepeda lebih kurang 30 menit sebelum berbuka puasa dengan kondisi hipoglikemi sehingga tubuh kita dengan mudah sekali memanfaatkan sel-sel lemak untuk sumber energi.
  3. Atau pilihlah sedikit latihan beban di rumah dengan beban tubuh sendiri (latihan kalistenik) seperti Split Squat, Supported Crunch, Back Extension, Close Grip Push-Up, Parallel Bar Dip dan latihan-latihan abdominal seperti Curl-Up, Scissor Kick, dan Side Jackknife. Hal itu untuk merangsang agar otot-otot tubuh tetap digunakan. Penggunaan otot secara sederhana ini bisa membantu mencegah de-training yang sangat cepat menyebabkan katabolik.
  4. Saat berbuka puasa, konsumsilah makanan tinggi protein dan karbohidrat komplek yang cukup.
  5. Segera lakukan latihan beberapa saat setelah tarawih seperti latihan. Jangan lupa konsumsi suplemen Anda sebelum dan sesudah berlatih.
  6. Satu jam setelah berlatih sehabis tarawih, konsumsi lagi meal atau makan malan dengan jumlah dan komposisi yang sama seperti saat buka puasa.
  7. Sebelum tidur, jangan lupa konsumsi suplemen time release Anda.
  8. Saat sahur, konsumsilah makanan yang tinggi serat atau fiber, sedikit lemak sehat dan protein lamban cerna seperti daging, ayam, dan ikan. Hal itu untuk menjaga kesehatan dan regularitas pembuangan. Jangan lupa minum suplemen time-release protein Anda.

Awas! Jangan Berbuka Dengan Yang Manis
Ada pemahaman keliru yang sudah terlanjur diterima masyarakat yaitu “berbukalah dengan yang manis.” Sebenarnya paham itu salah. Bahkan berbuka puasa dengan makanan manis-manis penuh gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan. Yang perlu Anda perhatikan dan pahami adalah:

  1. Hindari makan yang manis-manis saat berbuka. Kenapa? Ketika berpuasa, kadar gula darah menurun. Kalau langsung berbuka yang manis, kadar gula darah spontan melonjak naik dan itu sangat tidak sehat. Bahkan kebanyakan gula justru menjadikan lemas, mengantuk atau tambah gemuk.
  2. Berbukalah dengan jenis makanan karbohidrat kompleks, bukan jenis karbohidrat sederhana. Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu untuk diubah tubuh menjadi energi. Jadi diproses pelan-pelan dan tenaga diperoleh sedikit demi sedikit. Hasilnya, kita tidak cepat lapar dan energi tersedia dalam waktu lama, cukup untuk aktivitas sehari penuh. Sebaliknya, karbohidrat sederhana menyediakan energi sangat cepat, tapi akan cepat sekali habis sehingga kita mudah lemas.Sebagai tambahan kalau Anda ingin makan kurma, pilih kurma asli, bukan “manisan kurma” yang ditambahi pemanis/ gula berlipat-lipat (yang banyak dijual bebas di Indonesia), sebab kurma asli dan belum diproses termasuk karbohidrat komplek dan tidak terlalu manis.
  1. Begitu juga ketika sahur, jangan makan yang banyak mengandung gula, Makanlah karbohidrat kompleks dan protein lamban cerna yang banyak seratnya sehingga kita tetap berenergi sampai waktu berbuka.
  2. Hindari makanan dengan Glycemic Index (GI) yang tinggi. Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Bayangkan, setelah seharian perut kosong lalu langsung makan atau minum manis mengandung gula (simple carbohydrate) yang sangat-sangat tinggi GI-nya, respon insulin tubuh langsung melonjak dan akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak, padahal otot sedang mengecil karena puasa. Itulah kenapa banyak orang yang berpuasa malah menimbun lemak di perut, pinggang, bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya. Kalaupun harus makan karbohidrat sederhana karena butuh energi cepat carilah yang nilai GI-nya rendah.
  3. Konsumsilah makanan dengan komposisi yang seimbang: 50 % karbohidrat kompleks, 40-45 % protein dan 5-10 % lemak dalam setiap porsinya.
  4. Terakhir, jangan lagi terlena dengan slogan iklan “Berbukalah dengan yang manis”. Alasannya? Kini pasti Anda sudah paham bukan? Selamat berpuasa!

Karbohidrat sederhana, GI tinggi (energi sangat cepat habis, respon insulin tinggi: merangsang penimbunan lemak) misalnya : sukrosa (gula-gulaan), manisan, minuman ringan, jagung manis (pop-corn), sirup, atau makanan dan minuman apapun yang mengandung banyak gula. Hindari, baik saat puasa atau tidak puasa!

Karbohidrat sederhana, GI rendah (energi cepat, respon insulin rendah) misalnya : buah-buahan yang tidak terlalu manis seperti pisang, apel, pir, dan sebagainya. Cocok bagi yang butuh energi cepat, tetapi tidak ingin badannya gemuk berlemak.

Karbohidrat kompleks, GI tinggi (energi pelan-pelan, tapi respon insulinnya tinggi) misalnya : nasi putih, kentang, dan jagung.

Karbohidrat kompleks, GI rendah (energi dilepas pelan-pelan sehingga tahan lama, respon insulin juga rendah) misalnya : gandum, beras merah, umbi-umbian, dan sayur-sayuran. Inilah jenis yang paling dicari para fitness mania.

sumber : sportindo

Tips Latihan Kardiovaskular

Berikut ini adalah beberapa tips praktis tiga latihan kardiovaskular yaitu berlari (baik memakai treadmill atau tidak), menggunakan stair master dan stationary bicycle.

A. Berlari (
Running)

  • Gunakan sepatu khusus berlari yang nyaman dan sesuai dengan ukuran kaki
  • Jangan lupa lakukan pemasasan dan peregangan secukupnya
  • Pada saat berlari menapaklah dengan tumit, kecuali untuk lari sprint sebaiknya menapak dengan jari-jari kaki. Untuk gerakan berotasi gunakan juga jari-jari kaki.
  • Batasi gerakan vertikal, jangan bergerak seperti membanting atau melantingkan badan. Sebaiknya luweskan gerakan badan Anda.

B. Stair Master

  • Lakukan pemanasan dan peregangan secukupnya
  • Gunakan pegangan tangan (handrails) hanya untuk keseimbangan, bukan untuk bertumpu badan
  • Usahakan posisi punggung dan kepala sejajar tegak lurus vertikal
  • Jarak langkah kaki yang tepat adalah sekitar 20 – 25 cm menggunakan sekitar 15% energi

C. Stationary Bicycle

  • Lakukan pemanasan dan peregangan secukupnya
  • Hindari gerakan tubuh melentur ke samping kanan dan kiri
  • Posisikan tubuh bagian atas sedikit kearah depan dengan kepala tegak lurus menghadap ke depan (bayangkan Anda benar-benar sedang mengayuh sepeda)
  • Sesuaikan posisi sadel sehingga kaki Anda dapat lurus sepenuhnya (full leg extension) dengan pas di pijakan kayuhan sepeda

sumber : sportindo

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.