Archive for the ‘TIPS’ Category
Menyiasati Bau Mulut
Ini problem yang hampir menyangkut siapa saja. Halitosis atau bau mulut acap kali menjadi pertanda adanya penyakit kronis tertentu. Bisa sakit gula, sinusitis, pengerasan hati, atau gangguan fungsi ginjal. Namun, yang paling sering justru menyangkut gigi dan gusi.
Dinda gadis cantik rupawan tanpa cela. Namun, setengah mati ia berusaha, jangankan pacar, teman pun menjaga jarak. Ketika ia mengeluh pada sobat kentalnya, baru ia mendapat jawaban, “Sori, kurasa bau mulutmu itu problemnya.”
Jarang sekali orang menyadari bahwa mulutnya mengeluarkan abab (hawa) tak sedap karena memang sulit mengecek bau mulut sendiri. Orang lain pun enggan mengatakannya, kecuali kita bertanya. Atau orang lain itu akrab dengan kita.
Penyebab bau mulut bisa amat sederhana dan langsung. Petai, jengkol, duren, bawang putih, siapa yang tahan? Tetapi karena tidak bersifat permanen, dan penyebabnya jelas, si “penderita” pun tidak serius memikirkannya. Kebiasaan anak kecil memasukkan benda-benda asing, seperti kertas tisu, ke dalam hidungnya, juga dapat mengakibatkan terkumpulnya bakteri pada sumbatan tisu itu, sehingga setelah beberapa lama dapat menimbulkan bau. Bau itu tidak selalu hanya pada hidung, bahkan seolah-olah dari sekujur tubuhnya.
Manis menusuk
Namun sering kali, menurut dr. H. Chudahman Manan, D.S.P.D, K.G.E.H, spesialis pencernaan pada RSCM, Jakarta, bau mulut merupakan gejala dari kelainan organik akibat penyakit kronis. Bila dokter yang telah berpengalaman mencium bau manis menusuk ketika memasuki kamar dengan sederet penderita, ia akan segera menduga adanya penderita sirosis (pengerasan hati) yang sudah mencapai tahap menjelang koma. Gangguan lever yang kronis sering menyebabkan halitosis (bau mulut) akibat metabolisme protein dan lemak tidak berjalan semestinya lantaran terganggunya fungsi hati. Maka dari komponen-komponen itu terbentuk metabolik yang dapat dikeluarkan lewat saluran pernapasan dengan bau spesifik.
Gangguan fungsi ginjal juga menyebabkan halitosis. Pada penderita terdapat kadar ureum yang tinggi, yang kemudian beredar dalam darah. Melalui proses kimiawi, dihasilkan amoniak yang berbau menyengat itu. Komponen ini kemudian masuk ke dalam sistem pernapasan. Maka bau mulut penderita sedikit ke arah aroma amoniak.
Pada penderita diabetes pun, bila gula darahnya tak terkontrol dan mungkin juga tinggi, bisa timbul halitosis. Baunya pun khas.
Bau mulut bisa juga disebabkan oleh penyakit yang tidak kronis. Misalnya saja gangguan paru-paru. Pasien bronkhitis kronis, dengan penyakit paru-paru obstruksi di mana biasanya telah terjadi infeksi-infeksi sekunder, biasanya juga menderita halitosis.
Gangguan THT, misalnya pasien yang mengalami sinusitis berat atau tonsilitis, juga demikian. Bahkan penyakit maag pun dapat menimbulkan bau mulut, bila penyakit itu karena kuman Helicobacter pylory. Ini akibat peranan kuman itu dalam metabolisme amoniak. Hidup dalam lingkungan basa, ia sendiri mengandung enzim uriase yang dapat mengubah amoniak.
Yang menarik, menurut dr. Manan, pada 30% pasien yang datang ke kamar konsultasinya karena keluhan halitosis, masalahnya bersumber pada kejiwaan. Pasien yang mengalami depresi dan memasuki tahap neurosis, akan mengalami bermacam gejala. Salah satunya, hilangnya kepercayaan diri. Ia merasa orang menghindarinya saat dia berbicara (padahal tidak) lalu mereka-reka penyebabnya pasti karena bau mulutnya.
Yang pasti, halitosis juga sering dialami jika orang sulit buang air besar karena produk metabolisme oleh kuman-kuman usus terhadap sisa-sisa makanan tertumpuk, kemudian timbul gas-gas yang memberikan bau tak sedap itu.
Namun, diakui oleh dr. Manan, penyebab halitosis yang paling umum justru gigi. Maklum saja, gigi termasuk organ tubuh yang kurang diperhatikan dengan baik. Kecenderungan malas berobat ke dokter gigi dapat ditemui di semua lapisan masyarakat, termasuk yang berpendidikan baik. Rupanya, perasaan gamang pada pencabutan gigi, misalnya, masih menghinggapi banyak orang. Maka kalau ada keluhan sakit gigi, diambil jalan tergampang: minum saja obat analgetik alias pengurang rasa sakit. Padahal gigi berlubang yang tak terawat dengan baik akan membentuk abses (pengumpulan nanah). Bakteri yang hidup di dalamnya pasti akan memetabolisasikan jaringan-jaringan mati di situ, yang akhirnya akan menimbulkan bau.
Rajin rawat gigi
Jadi apa yang harus dilakukan seandainya kita sudah mendapat konfirmasi dari orang lain, bahwa memang mulut kita berbau? Sebelum ke ahli yang lain, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter gigi, demikian anjuran Prof. Mel Rosenberg, Ph.D. dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Tel Aviv, dalam Bad Breath, yang dimuat dalam homepage British Dental Association di Internet. Bila tidak menemukan masalah pada gigi dan mulut, saatnya kita berkonsultasi ke dokter spesialis THT. Bila belum juga ditemukan masalahnya, barulah ke dokter ahli penyakit dalam karena dikhawatirkan bau mulut itu merupakan bagian dari kelainan organ dalam tubuh.
Ketika akan berkonsultasi ke dokter gigi, jangan gunakan obat kumur, obat pengharum mulut, merokok, mengunyah permen, makan, dan minum. Usahakan bau yang nanti dihadapi oleh dokter gigi, memang bau yang tipikal kita idap, sehingga pelacakan sumber baunya dapat dilakukan dengan benar. Pada orang dengan gigi dan gusi yang sehat, bau itu biasanya berasal dari bagian terbelakang lidah. Dokter gigi dapat melakukan pengecekan dengan mengusapkan sendok plastik ke daerah ini. Kalau benar di situ sumbernya, akan dianjurkan untuk membersihkannya dengan sikat gigi atau alat khusus pengerok lidah.
Dokter gigi mungkin akan membandingkan bau udara dari mulut dan hidung penderita untuk menentukan sumber bau, dengan cara menutup salah satu dan membaui yang lain. Namun, tidak semua dokter memandang ini cara yang efektif. Dr. Manan, misalnya, meragukannya, karena rongga mulut dan hidung berhubungan, baunya pun akan tercampur.
Kadangkala bau mulut disebabkan oleh gusi yang tidak sehat, terutama bila mengusap bagian antara gigi dan gusi menimbulkan bau tak sedap. Meski dokter gigi akan memberikan cara perawatan khusus sesuai kondisi yang diderita pasien, kita sendiri sebagai pasien memegang peranan besar dengan melakukan perawatan yang baik setiap hari. Karena itu Prof. Rosenberg menganjurkan:
- Periksakan gigi ke dokter gigi secara teratur.
- Bersihkan sela-sela gigi dengan dental floss, pilih yang netral tanpa pengharum. Cek baunya. Bersihkan lagi kalau berbau.
- Gosok gigi dan bersihkan gusi secara teratur.
- Banyak minum.
- Kunyah permen karet bebas gula selama 1 – 2 menit, terutama bila mulut terasa kering. Bisa juga kunyah daun peterselli, bunga cengkih, atau biji adas.
- Berkumur dan gosok gigi setelah makan atau minum produk susu, ikan, dan daging.
- Tanyakan kepada dokter gigi, obat kumur mana yang secara klinis telah terbukti efektivitasnya dalam melawan bau mulut. Paling baik menggunakannya di saat menjelang tidur malam.
- Makan lalap sayuran segar yang berserat.
- Tidak merokok karena mempertinggi risiko timbulnya bau mulut.
- Jika Anda memakai gigi palsu, saat malam hari rendam gigi palsu dalam cairan antiseptik, kecuali bila dokter gigi Anda melarangnya.
Dari segi pencernaan pun anjuran dr. Manan tidak jauh berbeda. Serat tinggi pada sayuran dan buah memperlancar buang air serta memperbaiki lapisan dalam saluran pencernaan. Selain itu, olahraga secara teratur akan membuat gerak usus terpelihara konstan. Dengan bagusnya gerakan usus, proses dari makan sampai buang air besar akan berjalan normal. Maka, pada orang yang berolahraga secara teratur, jarang timbul problem konstipasi alias sembelit. (Lily Wibisono)
sumber : sportindo
Makanan Sumber Serat Tertinggi
Ingin bebas lapar saat berpuasa? Konsumsilah makanan yang banyak mengandung serat atau fiber. Makanan kaya serat akan lebih lamban dicerna sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama dan tidak mudah lapar. Itulah yang menjadi alasan kenapa makanan berserat tinggi sangat cocok sebagai menu diet untuk menjaga bentuk tubuh ideal. Selain itu, makanan kaya serat dapat memperlancar pencernaan sehingga Anda bebas dari sembelit (susah buang air besar). Apalagi serat makanan dapat menurunkan kadar kolesterol buruk (LDL) dalam darah sehingga mampu menjaga kesehatan kardiovaskular. Konsumsi serat makanan (fiber) yang dianjurkan untuk orang dewasa berusia 19-50 tahun adalah 25-38 gram per hari.
Berikut adalah daftar makanan yang paling banyak mengandung serat (fiber) dalam jenisnya masing-masing :
| Makanan (matang/masak) | Ukuran Saji | Jumlah Serat (gr) |
| Polong-polongan (Legumes) | ||
| Navy beans (sejenis kacang kedelai putih) | 1 mangkuk | 19,1 |
| Kacang merah (kalengan) | 1 mangkuk | 16,4 |
| Split peas (sejenis polong yang terbelah dua secara alami) | 1 mangkuk | 16,3 |
| Lentil | 1 mangkuk | 15,6 |
| Buncis | 1 mangkuk | 13,4 |
| Sereal (Cereals & grains) | ||
| Sereal Wheat Bran (100%) | 1 mangkuk | 17,6 |
| Kinoa | 1 mangkuk | 9,3 |
| Bulgur | 1 mangkuk | 8,2 |
| Pearled barley (beras Belanda/ jelai) | 1 mangkuk | 6,0 |
| Oat bran (kulit haver) | 1 mangkuk | 5,7 |
| Oatmeal instan | 1 mangkuk | 3,7 |
| Beras merah | 1 mangkuk | 3,5 |
| Sayur-sayuran | ||
| Jantung Artichoke | 1 mangkuk | 9,1 |
| Bayam | 1 mangkuk | 7,0 |
| Brussels sprout | 1 mangkuk | 6,4 |
| Labu | 1 mangkuk | 5,7 |
| Jamur | 1 mangkuk | 3,4 |
| Buah-buahan | ||
| Prem | 1 mangkuk (tanpa biji) | 12,1 |
| Pear | 1 buah | 9,9 |
| Jambu biji | 1 mangkuk | 8,9 |
| Raspberry | 1 mangkuk | 8,0 |
| Blackberry | 1 mangkuk | 7,6 |
| Kacang dan biji-bijian | ||
| Almond | 1 ons (23 biji) | 3,3 |
| Pistachio | 1 ons (47 biji) | 2,9 |
| Pecan | 1 ons (20 keping) | 2,7 |
| Kacang tanah | 1 ons (33 biji) | 2,4 |
sumber : sportindo
Tips Polo Asikkkk!
Pasti hampir sebagian besar dari kamu punya yang namanya kaos Polo,
bahkan mungkin dari kecil kamu sudah memiliki 1 atau 2 kaos polo. Tapi
anehnya sampai sekarang ini masih sering kita lihat bahwa banyak yang
salah memakai polo. Mulai dari salah memilih hingga salah memakainya.
Kaos polo yang oke itu harus mencakup
beberapa bagian penting. Jadi kamu harus perhatikan baik-baik sebelum
kamu memutuskan untuk membeli sehelai kaos polo dari toko baju
langganan kamu.
1. Lengan: Pastikan
lengan kaos kamu tidak kegombrongan atau kepanjangan. Lengan kaos kamu
harus sedikit ketat dan pendek agar otot tangan kamu terlihat.
2. Pinggang: Panjang
Kaos yang kamu pilih harus menyentuh pusar, atau di bawah pusar kamu.
Jadi hindari kaos yang jatuhnya diatas pusar, kecuali kamu memang ingin
memamerkan otot perut kamu yang sekeras baja.
3. Kerah: Coba
deh pilih kaos Polo dengan 2 atau 3 kancing pada bagian depannya.
Semakin tinggi garis leher yangbiasanya diukur dari jumlah kancing,
maka letak polo kamu akan semakin paten dan tidak menjuntai ke kiri dan
kanan.
4. Bahu: jahitan baju yangmenghubungkan
bagian tubuh dan bahu kaos kamu sudah sewajibnya terletak sedikit di
luar garis bahu kamu. Jika garis sambungan itu letaknya terlalu dalam
itu berarti kaos kamu kekecilan dan kalau letaknya terlalu luar itu
berarti kaos yangkamu pilih kebesaran untuk kamu.
Nah sekarang
kan kamu udah ngerti dong gimana cara yang tepat untuk memilih kaos
Polo yang benar-benar sesuai dengan bentuk tubuh kamu. Jadi ga usah
tunggu terlalu lama….Yukkkkk Polo-an rame-rame, pasti seru tentunya!!
sumber : itsmylife
Tetap Fit Selama Puasa
Tak terasa bulan puasa kembali datang. Bagaimana dengan para fitness mania yang harus mensuplai tubuhnya dengan asupan makanan yang lumayan banyak? Bagaimana mengontrol jenis makanan selama berpuasa agar tidak bertambah gemuk? Bagaimana pula jadwal latihan yang harus dijalani saat berpuasa?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas dan mengakali perubahan aktivitas dan pola makan para fitness mania pada bulan puasa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
- Ubah pola pikir Anda. Jadikan bulan puasa justru sebagai waktu yang tepat untuk menghilangkan lemak yang menumpuk di tubuh Anda karena kita berlatih menahan nafsu makan yang berlebihan.
- Lakukan latihan aerobik ringan, seperti berjalan di treadmill atau bersepeda lebih kurang 30 menit sebelum berbuka puasa dengan kondisi hipoglikemi sehingga tubuh kita dengan mudah sekali memanfaatkan sel-sel lemak untuk sumber energi.
- Atau pilihlah sedikit latihan beban di rumah dengan beban tubuh sendiri (latihan kalistenik) seperti Split Squat, Supported Crunch, Back Extension, Close Grip Push-Up, Parallel Bar Dip dan latihan-latihan abdominal seperti Curl-Up, Scissor Kick, dan Side Jackknife. Hal itu untuk merangsang agar otot-otot tubuh tetap digunakan. Penggunaan otot secara sederhana ini bisa membantu mencegah de-training yang sangat cepat menyebabkan katabolik.
- Saat berbuka puasa, konsumsilah makanan tinggi protein dan karbohidrat komplek yang cukup.
- Segera lakukan latihan beberapa saat setelah tarawih seperti latihan. Jangan lupa konsumsi suplemen Anda sebelum dan sesudah berlatih.
- Satu jam setelah berlatih sehabis tarawih, konsumsi lagi meal atau makan malan dengan jumlah dan komposisi yang sama seperti saat buka puasa.
- Sebelum tidur, jangan lupa konsumsi suplemen time release Anda.
- Saat sahur, konsumsilah makanan yang tinggi serat atau fiber, sedikit lemak sehat dan protein lamban cerna seperti daging, ayam, dan ikan. Hal itu untuk menjaga kesehatan dan regularitas pembuangan. Jangan lupa minum suplemen time-release protein Anda.
Awas! Jangan Berbuka Dengan Yang Manis
Ada pemahaman keliru yang sudah terlanjur diterima masyarakat yaitu “berbukalah dengan yang manis.” Sebenarnya paham itu salah. Bahkan berbuka puasa dengan makanan manis-manis penuh gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan. Yang perlu Anda perhatikan dan pahami adalah:
- Hindari makan yang manis-manis saat berbuka. Kenapa? Ketika berpuasa, kadar gula darah menurun. Kalau langsung berbuka yang manis, kadar gula darah spontan melonjak naik dan itu sangat tidak sehat. Bahkan kebanyakan gula justru menjadikan lemas, mengantuk atau tambah gemuk.
- Berbukalah dengan jenis makanan karbohidrat kompleks, bukan jenis karbohidrat sederhana. Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu untuk diubah tubuh menjadi energi. Jadi diproses pelan-pelan dan tenaga diperoleh sedikit demi sedikit. Hasilnya, kita tidak cepat lapar dan energi tersedia dalam waktu lama, cukup untuk aktivitas sehari penuh. Sebaliknya, karbohidrat sederhana menyediakan energi sangat cepat, tapi akan cepat sekali habis sehingga kita mudah lemas.Sebagai tambahan kalau Anda ingin makan kurma, pilih kurma asli, bukan “manisan kurma” yang ditambahi pemanis/ gula berlipat-lipat (yang banyak dijual bebas di Indonesia), sebab kurma asli dan belum diproses termasuk karbohidrat komplek dan tidak terlalu manis.
- Begitu juga ketika sahur, jangan makan yang banyak mengandung gula, Makanlah karbohidrat kompleks dan protein lamban cerna yang banyak seratnya sehingga kita tetap berenergi sampai waktu berbuka.
- Hindari makanan dengan Glycemic Index (GI) yang tinggi. Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Bayangkan, setelah seharian perut kosong lalu langsung makan atau minum manis mengandung gula (simple carbohydrate) yang sangat-sangat tinggi GI-nya, respon insulin tubuh langsung melonjak dan akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak, padahal otot sedang mengecil karena puasa. Itulah kenapa banyak orang yang berpuasa malah menimbun lemak di perut, pinggang, bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya. Kalaupun harus makan karbohidrat sederhana karena butuh energi cepat carilah yang nilai GI-nya rendah.
- Konsumsilah makanan dengan komposisi yang seimbang: 50 % karbohidrat kompleks, 40-45 % protein dan 5-10 % lemak dalam setiap porsinya.
- Terakhir, jangan lagi terlena dengan slogan iklan “Berbukalah dengan yang manis”. Alasannya? Kini pasti Anda sudah paham bukan? Selamat berpuasa!
Karbohidrat sederhana, GI tinggi (energi sangat cepat habis, respon insulin tinggi: merangsang penimbunan lemak) misalnya : sukrosa (gula-gulaan), manisan, minuman ringan, jagung manis (pop-corn), sirup, atau makanan dan minuman apapun yang mengandung banyak gula. Hindari, baik saat puasa atau tidak puasa!
Karbohidrat sederhana, GI rendah (energi cepat, respon insulin rendah) misalnya : buah-buahan yang tidak terlalu manis seperti pisang, apel, pir, dan sebagainya. Cocok bagi yang butuh energi cepat, tetapi tidak ingin badannya gemuk berlemak.
Karbohidrat kompleks, GI tinggi (energi pelan-pelan, tapi respon insulinnya tinggi) misalnya : nasi putih, kentang, dan jagung.
Karbohidrat kompleks, GI rendah (energi dilepas pelan-pelan sehingga tahan lama, respon insulin juga rendah) misalnya : gandum, beras merah, umbi-umbian, dan sayur-sayuran. Inilah jenis yang paling dicari para fitness mania.
sumber : sportindo
Tips Latihan Kardiovaskular
Berikut ini adalah beberapa tips praktis tiga latihan kardiovaskular yaitu berlari (baik memakai treadmill atau tidak), menggunakan stair master dan stationary bicycle.
A. Berlari (Running)
- Gunakan sepatu khusus berlari yang nyaman dan sesuai dengan ukuran kaki
- Jangan lupa lakukan pemasasan dan peregangan secukupnya
- Pada saat berlari menapaklah dengan tumit, kecuali untuk lari sprint sebaiknya menapak dengan jari-jari kaki. Untuk gerakan berotasi gunakan juga jari-jari kaki.
- Batasi gerakan vertikal, jangan bergerak seperti membanting atau melantingkan badan. Sebaiknya luweskan gerakan badan Anda.
B. Stair Master
- Lakukan pemanasan dan peregangan secukupnya
- Gunakan pegangan tangan (handrails) hanya untuk keseimbangan, bukan untuk bertumpu badan
- Usahakan posisi punggung dan kepala sejajar tegak lurus vertikal
- Jarak langkah kaki yang tepat adalah sekitar 20 – 25 cm menggunakan sekitar 15% energi
C. Stationary Bicycle
- Lakukan pemanasan dan peregangan secukupnya
- Hindari gerakan tubuh melentur ke samping kanan dan kiri
- Posisikan tubuh bagian atas sedikit kearah depan dengan kepala tegak lurus menghadap ke depan (bayangkan Anda benar-benar sedang mengayuh sepeda)
- Sesuaikan posisi sadel sehingga kaki Anda dapat lurus sepenuhnya (full leg extension) dengan pas di pijakan kayuhan sepeda
sumber : sportindo
Memilih Garam Beryodium, Jangan Asal Asin!
Mengurangi konsumsi garam sebagai salah satu cara diet memang penting. Namun bukan berarti Anda tidak mengkosumsinya sama sekali bukan? Apalagi mineral yodium berperan penting dalam pembentukan hormon thyroid untuk mengatur mekanisme pengontrolan energi. Kekurangan mineral yodium dapat menyebabkan penyakit Hypothyroidism dengan gejala keletihan hebat, lambat berpikir, depresi, dan naiknya berat badan. Tetapi memilih garam beryodium memang gampang-gampang susah. Umumnya garam sudah terbungkus rapi dan kita tidak dapat menentukan kandungan yodium dengan hanya melihat atau mengecap rasanya.
Maka dari itu, perlu dilakukan uji yodium dengan tiga tetes cairan “Iodina test.” Namun cairan uji tersebut tidak tersedia di pasaran bebas. Selain itu, mana mungkin Anda akan melakukan uji yodium pada saat membeli garam di pasar atau supermarket? Berikut ini adalah tips-tips praktis memilih garam yang beryodium:
- Pilihlah garam yang dikemas dan berlabel “Garam Beryodium”, dengan nomor MD atau SP dari Dinas POM, dilengkapi isi dan berat kemasan, mengandung yodium minimal 30-80 ppm (jika tercantum), dan terdapat jelas nama produsennya.
- Pilihlah kemasan garam yang rapi dan tidak rusak.
- Pilihlah garam yang berwarna putih dan kering, tidak yang lembab atau basah.
- Belilah garam yang Anda butuhkan sedikit dahulu (kemasan kecil) untuk dicoba di rumah. Kalau perlu pilihlah beberapa merk, sebagai panduan dalam pembelian garam selanjutnya.
- Hindarilah memilih garam bata atau briket apalagi yang tidak dikemas, kecuali telah Anda uji pada setiap bagian (luar dan dalam).
- Apabila sudah dilakukan uji yodium terhadap merk tertentu, pembelian selanjutnya tidak perlu lagi dilakukan uji.
- Pilihlah garam dalam kemasan kecil agar penyimpanan di rumah tidak terlalu lama, untuk menghindari proses pelembaban akibat terbukanya kemasan.
Mudah-mudahan tips di atas dapat membantu dalam memilih garam beryodium yang berkualitas baik, sebagai upaya pencegahan timbulnya masalah gangguan kesehatan akibat kekurangan yodium.
Pilihlah Susu Kemasan di Tempat Yang Lebih Gelap
Apakah susu kemasan yang Anda beli di supermarket atau swalayan rasanya seperti kardus basah ketika diminum? Jika iya, maka itu adalah akibat cahaya terang pada ruangan tempat rak susu di supermarket atau swalayan.
“Susu dengan kemasan transparan atau semi-transparan yang diletakkan dalam jarak beberapa inchi dari lampu pijar neon (fluorescent) atau lampu TL biasanya akan mempuyai rasa seperti teroksidasi dalam 2 sampai 4 jam dan akan berasa lebih buruk lagi dalam 12 jam,” kata Prof. Robert Marshall, professor ilmu pengetahuan makanan dari University of Missouri, Amerika Serikat.
Cahaya terang lampu pijar neon atau TL yang menyinari kemasan susu akan menyebabkan kerusakan rasa susu karena oksidasinya. Para ahli makanan biasa menyebutnya dengan istilah “hangus”. Semakin dekat dan lama sebuah kemasan susu tersebut terkena sumber cahaya terang, maka semakin parah pula tingkat kerusakan rasanya, tambah Prof. Marshall dalam sebuah pernyataan resminya.
Meskipun oksidasi akibat cahaya terang tersebut hanya berpengaruh kecil merusak nilai nutrisi susunya dan tidak menyebabkan tumbuhnya bakteri, namun cahaya pijar tersebut akan menon-aktifkan riboflavin (Vitamin B2) dan asam ascorbic (Vitamin C). Secara keseluruhan susu hanya akan sedikit rusak karena kandungan lemaknya yang tinggi yang mampu menghalangi panjangnya gelombang dari luar yang merusak.
Susu dalam kemasan botol kaca bening akan lebih cepat mengalami kerusakan daripada susu dalam kemasan botol plastik transaran atau semi-transparan, sedangkan karton kardus buram justru akan mampu menghalangi pengaruh negatif cahaya pijar tersebut.
Jadi menurut Prof. Marshall, kalau Anda ingin membeli susu dalam kemasan, pilihlah kemasan yang berada di barisan paling dalam dan belakang pada raknya. “Ambillah yang berada pada barisan belakang yang gelap, jangan pernah memilih yang berada di barisan depan,” tambah Prof. Marshall.
10 Tips Supaya Diet Sukses
PAKAR nutrisi Nancy Clark dari Majalah Runners World memberikan 10 tip penting bagi Anda dalam program penurunan berat badan. Dengan panduan sederhana ini diharapkan kerja keras Anda menguruskan badan mencapai hasil memuaskan. Berikut tipsnya :
1. Untuk menurunkan 10 pon lemak tubuh dalam setahun, Anda harus mengurangi asupan 100 kalori per hari. Mengurangi terlalu banyak kalori dari asupan yang direkomendasikan justru akan menurunkan kadar energi dan memicu rasa lapar. Hal itu juga akan membuat Anda rentan untuk tergoda menyantap makanan berkalori tinggi.
2. Jangan pernah melupakan sarapan. Makanlah dua jam setelah Anda bangun pagi.
3. Faktanya, Anda seharusnya lebih banyak makan pada saat sarapan. Tukar atau alihkan sebagian jatah kalori Anda untuk makan malam dengan menumpuk lebih banyak asupan kalori pada saat makan pagi atau siang.
4. Jangan biarkan diri Anda marasa lapar. Makanlah setidaknya setiap empat jam. Supaya jatah kalori untuk sehari penuh tetap terjaga, cobalah untuk membagi porsi makan. Bagi jatah makanan untuk memastikan Anda benar-benar mendapat bahan bakar sebelum dan setelah beraktivitas. Sebagai contoh, makanlah sebagian jatah sarapan sebelum Anda berjalan kaki di pagi hari dan sisanya bari dihabiskan kemudian
5. Konsumsilah sedikitnya tiga jenis dari empat jenis/kategori makanan pada setiap kali Anda makan. Empat jenis makanan tersebut adaalah : 1. Roti, sereal, gandum, 2. buah dan sayuran, 3. susu rendah lemak dan kedelai, 4. daging rendah lemak, ikan dan kacang. Karbohidrat seperti roti, sereal dan gandum merupakan fondasi dari setiap makanan Anda, sedangkan protein sebagai pelengkapnya.
6. Tentukan target penurunan lemak tubuh secara berkala. Dengan begitu, Anda akan cenderung mencapai lagi berat ideal jika berat badan Anda turun terlalu cepat.
7. Kalori dalam bentuk cairan dapat meningkatkan dan menyebabkan penambahan berat dengan cepat. Kurangi kebiasaan mengonsumi minuman kalori tinggi seperti softdrink atau soda, minuman olahraga, kopi atau alkohol.
8. Mulailah untuk menyukai makanan alami seprti buah-buahan, sayuran, gandum utuh (whole grain). Kurangi kebiasaan makanan olahan karena biasanya lebih rendah jumlah serat dan tidak mengenyangkan.
9. Jika Anda tak bisa menolak makanan cepat saji (fast food), mintalah informasi mengenai kandungan nutrisi sebelum Anda membuat pilihan atau cek lebih dulu infonya melalui website restauran. Hindari menu-menu dengan kata “fried”, “crispy” atau special sauce yang dijamin akan mengandung kalori tinggi.
10. Ingatlah. Kalori yang terkandung dalam minuman olahraga, energy bar atau gel yang dikonsumsi selama berolahraga akan menambah asupan kalori meski Anda tetap bergerak. Konsumsilah hanya ketika diperlukan.
sumber : kompas
9 Cara Jitu Hindari Keriput
WAJAH yang segar dan sehat bukan cuma milik kaum Hawa. Para lelaki pun tetap harus memperhatikan perawatan kulit wajah supaya kencang, bersinar dan terbebas dari keriput. Nah kalau Anda ingin terhindar dari problem kulit wajah seperti kusam dan keriput, berikut adalah langkah-langkah mudah yang dapat dipraktekkan dalam aktivitas sehari-hari.
1. Tidur dengan posisi telantang bertumpu pada punggung.
The American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan bahwa tidur dengan berbagai posisi tertentu pada malam hari bisa menimbulkan “garis-garis tidur”. Kerutan yang terjadi pada permukaan kulit menjadi pemanen dan tidak akan menghilang ketika Anda bangun. Tidur dengan posisi menyamping dapat menimbulkan kerutan pada pipi dan dagu, sedangkan posisi telungkup membuat kening berkerut. Untuk menghindari pembentukan kerutan, AAD menyarankan untuk tidur telentang bertumpu pada punggung.
2. Banyak makan ikan terutama salmon.
Ikan merupakan salah satu sumber protein terbaik. Ikan salmon adalah salah satu jenis yang sangat dianjurkan karena bermanfaat bagi pertumbuhan sel kulit. Salmon juga dikenal sebagai sumber penting asam lemak esensial atau dikenal sebagai omega-3. Para ahli kulit menyatakan, asam lemak esensial adalah nutrisi penting yang membuat kulit tetap muda, bercahaya, dan mengurangi keriput.
3. Jangan menyipitkan mata.
AAD mengindikasikan bahwa pergerakan wajah repetitif atau berulang — seperti menyipitkan mata — membuat otot wajah bekerja keras, membentuk alur yang muncul di bawah permukaan kulit. Alur ini lama-lama akan berubah menjadi kerutan di kulit. Tetaplah membuat mata lebar, gunakan kaca mata jika diperlukan. Memakai kaca mata selain melindungi kulit di sekitar mata dari sinar mata hari, juga akan membuat Anda terhindar dari kebiasaan menyipitkan mata.
4. Gunakan asam buah (AHA).
Alpha hydroxy acids (AHA) ini merupakan asam alami dari buah-buahan yang dapat dimanfaatan mengangkat lapisan atas sel-sel kulit mati. AHA juga mengurangi penampakkan garis-garis nyata dan kerutan, khususnya di sekitar mata. Bukti baru menunjukkan bahwea dalam konsentrasi tinggi AHAs juga dapat membantu merangsang produksi kolagen.
5. Ganti minuman kopi dengan kokoa atau coklat
Dalam sebuah riset yang dipublikasikan Journal of Nutrition 2006, para ahli mengindikasikan kokoa atau bahan utama pembuat coklat mengandung dua jenis flavonols yakni epicatchin dan catechin. Zat antioksidan ini melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari, memperbaiki sirkulasi dalam sel-sel kulit, memperbaiki hidrasi, dan membuat kulit tampak bercahaya dan lembut.
6. Jangan terlalu sering cuci muka
Menurut ahli kulit dari University of Maryland Medical Center, air keran bisa menggerus lapisan minyak yang melindungi kulit secara alami serta bahan pelembab yang mencegah kulit dari ancaman keriput. Mencuci wajah dengan terlalu sering berarti Anda mengikis lapisan pelindung alami. Jika sabun wajah Anda tidak mengandung bahan pelindung atau pelembab kulit, sebaiknya pilih cairan pembersih muka dari pada sabun.
7. Konsumsi vitamin C.
Studi di Universitas Tulane dan di beberapa tempat lain menunjukkan vitamin C dapat merangsang produksi kolagen , melindungi kulit dari kerusakan sinar UVA dan UVB. Vitamin C juga memperbaiki masalah pigmentasi dan mengatasi peradangan pada kulit. Namun begitu tidak semua jenis vitamin C dapat memberi khasiat bagi kulit. Dalam beberapa riset terbaru, banyak peneliti menganjurkan vitamin C dengan bentuk asam L-Askorbat yang berpotensi mengatasi kerutan.
8. Rajin makan kedelai
Penelitian menunjukkan bahwa kedelai dapat membantu melindungi serta mengatasi masalah penuaan yang diakibat sinar matahari (photoaging). Riset yang dipublikasikan dalam European Journal of Nutrition, menyebutkan suplemen berbahan dasar kedelai di mana didalamnya terdapat vitamin, protein ikan, ekstrak teh putih, tomat dan biji anggur, memperbaiki struktur dan kekuatan kulit setelah enam bulan.
9. Terapkan perawatan dasar kulit.
Jika Anda ingin memiliki kulit yang tampak muda dan sehat, awalilah dengan langkah-langkah dasar dalam perawatannya seperti menghindari sinar matahari, memakai tabir surya, tidak merokok, menggunakan pelembab kulit
sumber : kompas
Empat Tehnik Menunda Ejakulasi Din
Fakta membuktikan bahwa sebagian pria tidak dapat memuaskan pasangannya saat bercinta. Pria yang seperti ini biasanya sudah selesai permainannya alias mengalami ejakulasi yang terlalu cepat sementara pasanganya belum mencapai apa-apa. Bagaimana cara mengatasi ejakulasi dini ini ?
Hingga kini belum ada obat yang terbukti efektif dalam mengobati ejakulasi dini. Tapi ada beberapa trik atau teknik tertentu yang cukup efisien dalam menunda ejakulasi. Empat hal berikut bisa anda lakukan untuk Anda yang kesulitan menunda ejakulasi. Dengan empat teknik berikut anda bisa memperpanjang permainan seks anda dan bisa memuaskan pasangan anda.
1. Variasiakan Pola Gerakan
Saat melakukan penetrasi di vagina pasangan anda jangan melakukan gerakan yang monoton, lakukan variasi gerakan antara tusukan dalam dan tusukan dangkal. Secara berkala anda sebaiknya menghentikan gerakan sama sekali saat penis masih di liang vagina sementara anda bisa tetap melakukan kegiatan seks yang lain seperti mencumbui bibir atau payudaranya. Gerakan yang bervariasi seperti ini selain bisa menunda ejakulasi, juga bisa membuat pasangan anda akan terangsang biasanya karena ia akan berpikir dan menebak-nebak apa yang akan anda lakukan selanjutnya kepadanya.
2. Kencangkan Otot Pubokoksigeus Anda
Teknik ini memerlukan otot Pubokoksigeus yang kuat. Otot ini, terletak di bagian bawah penis dekat anus, bisa dilatih dengan metode kegel. Jika anda merasa akan mendekati ejakulasi berhentilah melakukan gerakan penetrasi. Tarik penis anda kira-kira satu inci tapi jangan semuanya. Kencangkan otot yang dimaksud dan tahan selama 10 detik, laku kembalikan gerakan dengan tusukan dangkal.
3. Tekanan pada Perineum
Teknik ini sederhana dan telah dipraktekkan selama ribuan tahun di China. Sebelum terjadi ejakulasi, gunakan tga telapak jari anda untuk memberikan tekanan pada Perineum, yaitu daerah akan mengalirnya mani anda antara skortum dan anus. Lakukan latihan ini saat masturbasi atau onani karena untuk menemukan tempat yang tepat agak sulit.
4. Mengubah-ubah Stimuli
Jika anda sangat terangsang tapi tidak diambang ejakulasi, berhentilah melakukan gerakan dan berhubungan seks dengan pasangan secara manual atau oral. Dengan mengubah-ubah stimuli anda dapat mengatur kapan saat yang tepat untuk ejakulasi.
Dengan menggunakan empat trik di atas anda akan bisa mengatasi dan mengendalikan ejakulasi dini anda sehingga bisa berhubungan intim lebih lama dan lebih memuaskan dengan pasangan anda.
Leave a Comment
Leave a Comment
Leave a Comment